Kamis, 08 Agustus 2024

#dearSLAreaders๐Ÿ‘‹๐Ÿป


 

๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ฃ๐™–๐™ก ๐˜ผ๐™ก๐™ฃ๐™–๐™ฎ๐™ง๐™ž๐™จ

__________________ 


Halo semua, 'Alnayris' adalah nama penaku. Alnayris sendiri tercipta ketika aku berkecimpung dalam dunia kepenulisan sejak tahun 2018. Alnayris memiliki arti "seseorang yang anggun dan memiliki hati yang welas asih untuk menjadi besar". Kemudian, seiring waktu terciptalah tulisan-tulisan yang sebagian besar didominasi oleh perasaan dan pengalaman batinku sendiri. Sehingga rasa-nya semakin kompleks dari banyaknya rasa yang tertuang dalam tulisan–selaksa rasa. 


Tapi tahukah readers, selaksa rasa bagi penulis memiliki makna yang mendalam. Suara hati yang terungkap memenuhi jiwa penulis untuk menyelami perasaannya sendiri. Dan dengan selaksa rasa, aku mengenal diriku, perasaanku dan berterima kasih pada diriku sendiri. 


Readers, kalian penikmat 'Selaksa Rasa Alnayris' punya panggilan sayang dari penulis, yaitu SLA reader's. Dalam blog, penulis telah menulis selaksa rasa: ๐—”๐—ถ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต๐—ถ๐˜๐—ผ ๐—ป๐—ผ ๐—ง๐—ฎ๐—บ๐—ฒ ๐—ป๐—ถ ๐—ž๐—ฎ๐—ธ๐˜‚, ๐—ง๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ธ ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ต, ๐—”๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐˜‚ ๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐˜‚, ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—บ๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป, ๐—Ÿ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚, ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ถ ๐——๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ, ๐—›๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—บ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ฃ๐˜‚๐˜๐—ถ๐—ต, ๐—ฆ๐—ผ๐—น๐—ถ๐—น๐—ผ๐—ธ๐˜‚๐—ถ, ๐—œ๐—ป๐—ณ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ผ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ฅ๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ, ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚, ๐—ก๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ, ๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—”๐—ธ๐˜‚ ๐—ฆ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ต๐—บ๐˜‚?, ๐—ฆ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ, ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป dan ๐—›๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ป. 


#dearSLAreaders nantikan selalu selaksa rasa dari Alnayris❤

Rabu, 07 Agustus 2024

Seri Inklusif – Hanya Serpihan

Tulisan ini adalah bagian dari seri inklusif, bahwa penulis perlu waktu memahami sesuatu yang ideal dalam rasa dan berbagi kepada pembacanya #dearSLAreaders 

๐–กผ๐“‚‚๐“ฒ

Hanya Serpihan

Aku menarik 'garisku' lebih dahulu
Saat hubungan belum kentara
Saat kita dalam bayangan abu-abu
Ketika momok menghargai privasi masih sebagai cara

Ambigu tetaplah ambigu
Namun ini tentang memberi ruang untuk berkomitmen
Juga tentang kepercayaan dan transparansi
Tanpa menciptakan yang namanya 'situasional'

Ketertarikanmu menghindar ‐- kerap kali membuat sakit
Ketertarikanku cemas -- menghindari ketidakpastian
Bukankah kita seharusnya selaras?
Jika memang ketertarikan membuat arah menjadi jelas

Bisakah kita lebih eksplisit terhadap rasa?
Meski aku selalu menerka dalam kepositifan tiada batas ini
Dan terselubung kecemburuan retroaktif tiada masuk akal ini

Ternyata, diriku hanyalah 'serpihan'
Yang menikmati jejak kecil perhatian darimu
Dan hidup berjalan dengan titik butanya sendiri.–


Seri Inklusif – Tanpa Kemelekatan

Tulisan ini adalah bagian dari seri inklusif, bahwa penulis perlu waktu memahami sesuatu yang ideal dalam rasa dan berbagi kepada pembacanya #dearSLAreaders 

๐“ผ


Tanpa Kemelekatan 

Aku ingin menjawab segala luka 
Yang perihnya kusimpan rapat
Ini tentang bagaimana semesta bekerja 

Aku–kamu, pernah sama-sama saling menyalahkan 
Sehingga ekspresi cinta dihiasai oleh ke-aku-an 
Aku–kamu, tiada ubahnya insan yang dititipkan cobaan
Sehingga kita diajarkan untuk mencintai tanpa kemelekatan 

Siapakah kita saat ini? 
Apabila masa lalu sering mengganggu 
Dan masa depan penuh kekhawatiran?
Kita hanya perlu bahagia untuk "saat ini" 

Mencintai dan dicintai adalah ketika kita mengizinkannya 
Mengizinkan bahagia dan sakit untuk dihadapi bersama 
Aku dan kamu sejatinya adalah milik-Nya 

Mari menjaga kebahagiaan, menyadari 
Dan menghargai hubungan cinta kasih di antara kita
Membuka kepekaan jiwa pada redefinisi rasa 
Melepaskan kemelekatan untuk keseimbangan 

Tanpa dibarengi emosi yang melukai 
Tanpa kejutan pikiran yang terpenjara dan kekhawatiran 
Dari diri sendiri hingga pada keterhubungan.–

Kamis, 18 Juli 2024

(Puisi Kata Hati)

•— Sisa Rasa —•

Sisa Rasa

Kedatanganmu kala itu, adalah penawar luka bagiku
Sejenak aku terdiam, apakah ini langkahmu untuk mendekat padaku?
Rasa yang tak berkesudahan ini, ingin memahami dan kau pahami
Aku t'lah menyentuh hatimu, namun hanya sampai di muka hati 

Kau butuh, tapi juga lari
Kau ego, namun juga rentan 
Urat nadi kedekatan dapat terputus sekejap
Lantas, siapakah aku bagimu? 

Tak perlu ketar ketir kujelaskan padamu
Tentang peluk dan genggaman yang ingin menjadi nyata
Rasaku tersesat dalam ketidakpastianmu
Dalam diam, hatiku menangis tanpa suara 

Aku tak ingin kecewa padamu
Aku tak ingin menyesali pengorbananku
Aku meredefinisikan rasa untuk menerima dan merasa cukup
Sekarang, aku menggenggam erat sisa rasaku ini padamu

Puisi Kata Hati 
Oleh: Erika Clarissa 
Co-writer: Syandria Laila Putri 

.
.
.
.
.
Tentang kata*
Urat nadi kedekatan = komunikasi
Tentang peluk dan genggaman = cinta sejati
Meredefinisikan rasa = kenyataan melihat hubungan yang dibatasi dengan sudut pandang lain

Jumat, 21 Juni 2024

Apakah aku salah pernah memilihmu? (Kata Hati)

 


Perjalanan mengikhlaskan memoar kisah yang terjadi
Antara aku dan kamu, memang sangatlah sulit
Dari naluri yang muncul apa adanya, keterhubungan
Dan sampai kepada butuh
Mencintaimu, penuh jatuh dan bangun

Sekelumit pintaku, tentang kita, kucurahkan pada-Nya
Bahkan, untuk hal tersulit yang kuhadapi sekalipun
Hal diluar kendali juga berperan di dalamnya
Disaat kau tinggalkan karena ego

Apakah 'aku salah' merindukanmu?
Apakah 'aku salah' pernah memilihmu?
Ataukah justru 'aku yang salah' ?


Sejatinya, lelaki yang teramat kucinta ialah dirimu
Memilihmu, adalah bahagiaku yang sederhana
Jika kau tanya mengapa, inilah aku seseorang yang haus akan kasih sayang seorang ayah

Walau keadaanku mudah berubah
Dan takdir semesta harus kuterima
Mampukah aku kuat berdiri
Pabila kau telah memilih yang lain?

Kepada siapa aku harus mengadu rasaku ini lagi?
Hatiku tergoreskan luka dan duri, peluhku bercucuran
Dapatkah rasa sakit ini membebaskan dirinya sendiri?
Merana dalam sepi sangatlah menyakitkan, membatin

Janganlah memandang rendah pengorbanan ini
Aku, hanya tidak ingin menambah beban hatimu
Inilah aku dengan semua keterbatasanku dalam mencintaimu
Dan inilah yang hendak kuungkapkan

Kuharap kau tidak memutuskan sepihak
Karena egomu merusak
Mengapa tak saling memahami dan menjaga?
Tanpa ada yang tersakiti dan kecewa


Thanks to: 
|Co-writer: Emas Agastia Perwira ๐Ÿ

Jumat, 17 November 2023

█ Perenungan 1: Nyata

Yang Sebenarnya Harus Kuhadapi



Kehidupan membawaku ke lajur yang semestinya
Dikala kecil, aku selalu menjaga pertanyaan ini
"Seperti apa dewasa itu?"
"Bagaimana aku disaat dewasa?"
Aku menjalani masa kecil, melewati fase remaja hingga quarter life crisis
Namun sekarang pertanyaan itu berganti
"Apa yang bisa kulakukan hari ini?"


Bukan tentang menunggu dewasa itu tiba 
Usia akan bertambah dan seiring waktu berkurang 
Dewasa bukan sekedar menjadi apa yang kita mau 
Melainkan, mempertimbangkan segala sesuatunya 
Benar, "Apa yang bisa kulakukan hari ini?" akan selalu terjadi


Sudahkah menerima diri sendiri se-apa adanya hari ini?
Sudahkah menghargai orang lain hari ini?
Sudahkah menjadi lebih bertanggung jawab hari ini?
Sudahkah menjadi lebih percaya hari ini?
Sudahkah saya mengalahkan rasa takut hari ini?
Sudahkah hari ini bisa selalu sabar?
dll...


Dewasa adalah kenyataan untuk menghadapi tantangan 
Dewasa adalah kematangan emosional
Dewasa adalah yang sebenarnya dihadapi hari ini


Pesan: Semoga pemahaman kita menjadi 
              lebih nyata

                       

                                   ๐™š 17.11.23



 

Kamis, 29 September 2022


Pelindungku

Kau mengajarkanku arti kesederhanaan dalam hidup ini 
Kuciptakan kebahagiaan melalui kerja cerdas
Disaat impianku menjadi nyata, kuceritakan pada-Mu
Dengan rendah hati, Kau menerimanya dan memotivasiku 

Kau adalah pelindungku
Tanpa Engkau disini, aku berjanji menjaga diriku
Air mata tak henti membasahi pipi, jika rindu mengisi sepenuh jiwaku 

Walau memang nantinya, 
Kau tak bisa merasakan menjadi pendampingku menuju altar 
Tapi Kau membuatku merasakan ketulusan-Mu, saat aku terbaring sakit tak berdaya kala itu 

Kita terpisahkan jarak, 
Dan akan kuingat selalu bahwa hidup ini memang singkat 
Maka, membuat momen berharga dan mencatat segala perasaan itu adalah penting 

Hari ini, semoga kedamaian mengisi jiwaku, 
yang selalu merindukan-Mu
Engkau membuatku bersyukur, sebab aku ada karena diri-Mu
Walau raga-Mu tak lagi bisa disentuh
Kutitipkan doa, semoga sampai kehadapan-Mu 

Terima kasih untuk nama pemberian ini, 
Dalam setiap momen hidupku, nama ini telah membuat-Mu bangga 
Terima kasih telah mengajakku ke tempat-Mu bekerja, 
Bahwa dengan memandang lautan biru, membuat hatiku ceria kembali


#dearSLAreaders๐Ÿ‘‹๐Ÿป

  ๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ฃ๐™–๐™ก ๐˜ผ๐™ก๐™ฃ๐™–๐™ฎ๐™ง๐™ž๐™จ __________________  Halo semua, 'Alnayris' adalah nama penaku. Alnayris sendiri tercipta ketika ...